Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin.
Puji syukur kehadirat Allah azza wajalla. Atas perkenan dan ridloNYA, amanah orang tua telah kami tunaikan.
Rumah penuh perjuangan itu, usai sudah direnovasi. Rumah yang dulu dibangun dengan kondisi darurat. Ada peristiwa penting saat itu. Sehingga, kami menempati dalam kondisi belum sempurna. Dibangun secara bertahap. Pada tahun 1986 menjelang saya ujian SMP, rumah tersebut sudah kami tempati. Bapak, Ibu, saya dan adik hijrah dari rumah di Guyangan, Tlogomas. Hanya beda dusun. Rumah yang sering kami sebut, TV58. Sebutan unik sesuai alamat rumah : Jl. Terusan Venus No, 58, Tlogomas RT 01/05, Malang, Jawa Timur 65144.
Salah satu catatan dan teladan yang saya bangun adalah orang tua kami memang punya jalinan silaturahim yang luas. Aktivitas sosial dan kemauan berbaginya juga tinggi, Tak heran, rumah itu juga menjadi tempat berkumpul dan markas kegiatan. Padahal mereka pensiunan. Semasa hidupnya, Bapak dan Ibu pernah memberikan wejangan, dan menjadi cita-cita luhur orang tua saya: menjadikan rumah itu membawa manfaat kepada orang lain.
Kini, mereka sudah wafat, dipanggil kembali oleh Illahi rabbi. Bapak berpulang pada tahun 2000. Adik saya wafat 10 tahun lalu. Saat ia masih tergolong muda, 22 tahun. Ibu juga sudah tiada, 2 tahun lalu.
Oleh karenanya, kami sekeluarga bertekad menjadikan rumah itu sesuai amanah beliau. Ide besarnya, rumah itu menjadi tempat menimba ilmu. Lebih utama ilmu agama Islam. Kami menyasar yang mendasar, belajar Al Qur’an. Di tambah lagi ilmu lainnya, termasuk ilmu manajemen. Ruang kelas, hasil re-design, juga bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat, seperti rapat warga, kegiatan tahlilan, dan lainnya. Kegiatan tersebut diwadahi dalam yayasan, agar dikelola lebih profesional.
Kami sepakat rumah tersebut diwakafkan. Kami bekerja sama dengan Yayasan Tarbiyatul Ummah Qaulun Ma’rufun.
Renovasi rumah agar sesuai cita-cita itu telah rampung. Kami juga menyiapkan dana untuk operasional harian. Operasional kegiatan termasuk untuk para guru, musyif/musyrifah, trainer, dan juga tenaga pendukung membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Kami terus berupaya menggalang dana. Salah satu, upaya agar kegiatan bisa berlangsung dengan baik.
Bagi sahabat yang pernah singgah, ada sedikit perubahan tampak depan dan juga beberapa ruang di dalam rumah. Saat ini rumah kenangan itu kami beri nama HCQ Tlogomas (Halaqoh Cinta al Qur’an).
“Halaqoh adalah kegiatan mengajar. Seorang guru yang dipandang mumpuni mengajar para murid dalam sebuah tempat, biasanya di masjid atau serambi, dengan dilingkari para murid. Tradisi halaqah ini sebenarnya bersumber dari Nabi Muhammad. Dicontohkan ketika melakukan bai`ah `Aqabah Kanjeng Nabi duduk dikelilingi oleh para muslim awal dari Madinah (Yatsrib). Tradisi tersebut kemudian berkembang sebagai pengajaran di masjid-masjid di dunia Islam awal, dengan pengajarnya adalah para sahabat yang dikirim Nabi Muhammad. Para tabi`in meneruskan tradisi ini di masjid-masjid, sehingga dikenal Halaqah Imam Hasan al-Bashri, Halaqah Imam asy-Syafi`i, dan lain-lain”.
Sumber: NU online. https://www.nu.or.id/post/read/40946/halaqah
Kami sadar, punya jangkauan terbatas. Sumber daya yang tidak berlimpah. Di samping itu, niat luhur kami mengajak berbagi peluang untuk beramal sholeh. Mengajak sahabat bahu membahu. Kami yakin dengan semakin banyak orang yang terlibat akan semakin luas manfaatnya. Menjadi amal jariyah bagi kita semua.
Mau turut serta di dalam amal kebaikan ini ?
Kami mengajak sahabat untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut dengan berdonasi melalui :
Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Malang
No. Acc. : 6016106019 | Yayasan Tarbiyatul Ummah Qaulun Marufun
Terima kasih sebelumnya atas perkenan dan perhatiannya.
Jazakumullaah khairan katsiran.
Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih, membalasnya dengan kebaikan yang lebih baik dan lebih banyak.