Corporate Governance & Corruption in Procurement (1)

Setiap perusahaan didirikan dengan harapan setidaknya untuk dapat bertahan dalam persaingan bisnis yang digeluti. Pendiri atau pemilik perusahaan berkeinginan perusahaannya bisa tumbuh berkesinambungan dalam waktu yang cukup lama. Malah ada yang berharap menjadi satu konglomerasi usaha suatu saat nanti. Manajemen perusahaan melakukan 2 hal utama untuk mewujudkannya. Pertama, menaikkan revenue atau penjualan. Kedua, menurunkan biaya. Salah satu upaya penting penurunan biaya adalah dengan pengelolaan pengadaan (procurement management).

Proses pengadaan adalah salah satu proses bisnis yang ada dalam perusahaan. Ketika procurement gagal memperoleh barang dan/atau jasa dengan harga yang tepat, waktu yang sesuai, mutu yang pas, maka dapat dipastikan perusahaan gagal bertahan. Maka tidak salah jika dikatakan bahwa fungsi ini sangat krusial. Perannya sangat besar menentukan untung rugi, maju mundur dan jatuh bangunnya sebuah perusahaan.

Pada business dictionary, Procurement didefinisikan:

The act of obtaining or buying goods and services. The process includes preparation and processing of a demand as well as the end receipt and approval of payment. The process of procurement is often part of a company’s strategy because the ability to purchase certain materials will determine if operations will continue.

Banyak catatan manis, perusahaan melakukan penghematan dari pengelolaan pengadaan yang lebih baik, meski pendapatan tidak mengalami kenaikan.

Namun, fungsi ini kerap menjadi sorotan. Proses audit tidak jarang melakukan pemeriksaan dan bahkan menemukan kecurangan dalam proses pengadaan (procurement fraud).

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto mengatakan bahwa kasus korupsi pengadaan barang/jasa pemerintah menduduki posisi kedua dalam kasus yang ditangani KPK. Untuk itu dibutuhkan upaya pencegahan sebagaimana telah diamanatkan dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2018 tentang strategi nasional pencegahan korupsi (Kompas, 2019).

Persaingan juga yang menjadi salah satu sebab adanya korupsi. Pelaku tidak siap bersaing secara sehat. Buyer/bagian pengadaan seharusnya memberikan pekerjaan kepada penawar yang sesuai mekanisme persaingan. Dalam prakteknya, ada yang berubah karena adanya suap dari penawar lain (Celentani and Ganuza, 2001).

Sumber:
Hasil studi literatur dari beberapa jurnal ilmiah.

CEO Pahlawan

 

CEO Pahlawan
Oleh : Dahlan Iskan*)

Gajah dirubung semut. Yang terjungkal perusahaan besar. Yang demo anak-anak muda. Yang didemo polisi/pemerintah. Korban yang jatuh: CEO Cathay Pacific.

Namanya Rupert Hogg. Orang Inggris. Alumnus Oxford. Ia mengundurkan diri Jumat lalu. Bersama wakil CEO-nya. Sebagai tanggung jawab yang harus mereka ambil, untuk menyelamatkan masa depan perusahaan. Rupert Hogg pahlawan untuk Cathay empat tahun lalu. Dialah yang berhasil membawa Cathay keluar dari kesulitan keuangan.

Belakangan ini Cathay menghadapi kesulitan lagi. Sejak demo marak di Hongkong. Termasuk berhasil memblokade salah satu bandara tersibuk di dunia itu.

Tiongkok telah membatasi gerak Cathay. Ada prosedur baru yang harus dipenuhi. Cathay tidak boleh terbang ke kota-kota di Tiongkok. Sebelum menyerahkan data siapa awak pesawat yang menerbangkannya. Pun data itu harus disetujui dulu oleh otoritas penerbangan Tiongkok. Itu, menurut Tiongkok, demi keselamatan penumpang.

Penyebabnya: awak Cathay dianggap pernah membocorkan identitas penumpang kepada aktivis. Lalu Cathay dianggap tidak membantu pemerintah Hongkong. Dalam menghadapi gelombang demo yang berlarut, yang kemarin sudah melebihi 70 hari.  Bocoran identitas penumpang itulah yang menyebabkan demo menyasar bandara. Selama lima hari nonstop. Membuat sekitar 1.500 penerbangan internasional dibatalkan.

Cathay sudah memberhentikan dua pilotnya. Juga beberapa crew-nya. Tapi belum melunakkan sikap Tiongkok. Ada indikasi Cathay mencoba-coba menantang: minggu lalu sebuah pesawat minta izin melintasi udara Tiongkok. Pesawat itu terbang dari Amerika. Tujuannya: Hongkong. Tidak mungkin tidak melintasi udara Tiongkok.

Tiongkok menolak.

Cathay pun berusaha menawar. Cathay beralasan pesawat itu kosong. Tidak berpenumpang sama sekali. Tiongkok tetap menolak. Tetap harus ada laporan identitas awak pesawatnya. Itu pun harus menunggu persetujuan. Akhirnya pesawat itu mendarat di Jepang.

Ini menjadi perkara serius. Untuk kelangsungan sebuah perusahaan besar.

Cathay pun mendadak berubah arah. Dua hari kemudian petinggi Cathay ke Beijing. Bukan sekedar petinggi. Ia chairman Swire Group. Holding company Cathay Pacific. Pemegang saham terbesar Cathay. Putra CEO Cathay Pacific pada 1950-an. Namanya: Merlin Bingham Swire. Umur 45 tahun. Alumni Oxford.

Di Beijing Merlin menemui otoritas penerbangan Tiongkok. Tidak ada bocoran yang merembes. Tapi Merlin menyatakan bahwa Cathay akan memenuhi seluruh peraturan yang berlaku. Sejak itu Cathay secara resmi mengeluarkan pernyataan tunduk pada prinsip ‘one country two system’.

Dua hari kemudian sang CEO, Rupert Hogg, mengundurkan diri. Harga sahamnya memang sudah limbung. Merosot terus sejak ada demo. Menjadi terendah dalam 10 tahun terakhir.

Cathay adalah salah satu perusahaan penerbangan terbesar di Asia. Dengan reputasi yang amat tinggi.

Cathay memang masih jadi mimpi masa lalu, masa kolonial. Perusahaan ini memang perusahaan Inggris. Cathay didirikan pada 1946, saat Inggris masih berkuasa di Hongkong. Pemegang saham mayoritasnya pun orang Inggris. CEO-nya orang Inggris. Baru beberapa tahun terakhir Air China punya saham 29 persen di Cathay. Sebagai share swap saat Dragon diambil alih Cathay.

Cathay (国泰) adalah nama lain dari China (中国). Ditambah kata Pacific di belakangnya.

Untuk jurusan kota-kota di Tiongkok, Cathay menggunakan anak perusahaannya itu: Dragon Air. Yang saya baru tahu minggu lalu: sudah menjadi Cathay Dragon.

Penumpang dari Surabaya atau Jakarta misalnya. Yang akan ke Beijing. Naik Cathay. Mereka harus ke Hongkong dulu. Dengan Cathay. Lalu sambung ke Beijing dengan Dragon.

Masih ada anaknya yang lain. Untuk bersaing dengan maskapai low cost. Namanya Hongkong Express.

Di dalam gelombang demo sekarang ini Cathay kelihatannya kembali ke prinsip bisnis. Harus menyelamatkan rute-rute Tiongkoknya. Penghasilan dari rute itu terlalu penting: 25 persen dari seluruh jalur dunianya.

Di saat politik dan bisnis berkelahi, politiklah yang menang. Tidak boleh ada yang lupa itu. Sekelas Cathay sekali pun.

Saya pernah lupa.

Cathay juga dijepit dari arah lain: Bandara Shenzhen kini sedang diperbesar. Akan menjadi sebesar Hongkong. Padahal jaraknya, dari Hongkong, hanya selemparan batu,  kalau yang melempar Hulk. Di sebelah Shenzhen masih ada Bandara Guangzhou. Yang kini sudah sebesar Hongkong. Pun kalau belum cukup. Masih ada Bandara Zhuhai. Yang jaraknya hanya satu hisapan rokok dari Hongkong. Apalagi jembatan 55 km itu sudah jadi. Yang terpanjang di dunia. Untuk kategori di atas laut. Sudah diresmikan tahun lalu: hanya satu jam naik mobil dari Hongkong.

Cathay sudah mengangkat CEO yang baru: Augustus Tang Kin. Umur 60 tahun. Dari dalam. CEO anak perusahaan. Harga sahamnya sudah naik 2 persen Jumat lalu. Tapi masih jauh dari prestasinya sebelum Juni. Demo pun masih berlangsung Sabtu-Minggu lalu. Demo Sabtu sudah lebih kecil –mungkin karena bersamaan dengan hari raya Rebutan. Mungkin juga orang tertegun: demo telah membuat CEO Cathay meletakkan jabatan.

Perkembangan selanjutnya masih harus dilihat beberapa hari ke depan.

Atau, akan muncul istilah baru di Hongkong: ‘jangan sampai di-Cathay-kan’.

*) Dahlan Iskan, Mantan Menteri BUMN Republik Indonesia

Merdeka dan Bahagia

MERDEKA DAN BAHAGIA

By Satria Hadi Lubis *)

Sebuah meme yang konon merupakan perkataan Bung Karno mengusik kesadaran saya tentang apa arti merdeka. Meme tersebut berbunyi :

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”

(Bung Karno)

Apa maksud Bung Karno dengan lebih susah melawan bangsamu sendiri daripada melawan penjajah? Mungkin, melawan penjajah lebih jelas mana lawan dan kawan. Tapi menghadapi bangsa sendiri lebih sulit. Tidak jelas mana lawan dan kawan. Bisa jadi dari bangsa sendiri muncullah para pengkhianat yang justru merusak bangsa itu sendiri.

Memang kemerdekaan sebuah bangsa malah bisa merusak bangsa itu sendiri jika kemerdekaan diartikan sebagai kebebasan berbuat apa saja untuk menyenangkan diri sendiri. Berbuat semau gue atas nama hak azasi manusia yang salah kaprah.

Kemerdekaan untuk bebas tanpa peduli dengan hak orang lain dan tatanan moral. Penganjur LGBT, seks bebas, dan pembuat karya-karya bebas moral adalah contoh dari mereka yg mengartikan kemerdekaan dalam arti yang salah. Begitu pun para koruptor, pengedar narkoba dan pelaku kriminal. Sadar atau tidak sadar, mereka turut andil menghancurkan bangsanya sendiri. Inilah mungkin yang dimaksud Bung Karno bahwa perjuangan menghadapi bangsamu lebih berat daripada melawan penjajah. Perjuangan untuk menghadapi mereka yang merusak makna merdeka sebagai kebebasan untuk menyenangkan diri sendiri.

Padahal, arti kemerdekaan yg sesungguhnya adalah kebebasan untuk kebahagiaan bersama. Tidak hanya diri sendiri yang senang dan bahagia, tapi juga orang lain. Orientasinya adalah memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi orang lain agar orang lain bahagia. Sebab kalau orang lain senang (bahagia), maka kita juga akan bahagia.

Kemerdekaan dalam arti menyenangkan orang lain ini tidak hanya memuaskan hawa nafsu pribadi belaka. Ada nilai dan tatanan moral yg dipelihara untuk kebahagiaan bersama. Mereka inilah yg mengartikan kemerdekaan dalam arti yg lebih tepat.

Namun ada lagi satu jenis kemerdekaan yang mungkin sering dilupakan orang. Yakni kemerdekaan dalam arti bebas untuk menyenangkan Allah saja (baca : mencari ridho Allah). Jika kemerdekaan untuk menyenangkan diri sendiri adalah kemerdekaan yg salah karena merusak nilai-nilai luhur bangsa. Kemerdekaan untuk menyenangkan (membahagiakan) orang lain adalah kemerdekaan yg benar, maka kemerdekaan untuk menyenangkan Allah saja (mencari ridho Allah) adalah kemerdekaan yg mulia.

Manusia yg mencari ridho Allah adalah manusia yg paling mulia dan paling merdeka di muka bumi. Sebab ia mampu membebaskan diri dari tuntutan hawa nafsu untuk menyenangkan diri sendiri. Juga mampu membebaskan diri dari tuntutan menyenangkan orang lain yang sering merusak keikhlasan. Ia hanya menyenangkan Allah saja, sehingga kemerdekaannya hanya dibatasi oleh aturan Allah saja. Tuhannya hanya satu.

Salah kaprah jika ada orang yg mengatakan bahwa mereka yg menyenangkan diri sendiri alias mempertuhankan hawa nafsu sebagai orang yg paling merdeka. Justru yg paling terjajah, karena tuntutan hawa nafsu itu banyak dan tak pernah puas.

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”

(Qs. 45 ayat 23).

Juga mereka yang orientasinya selalu menyenangkan orang lain. “Tuhannya” berubah menjadi orang-orang di sekitarnya yg banyak jumlahnya. Anak, isteri, atasan, teman, tetangga bisa menjadi “tuhan” yang harus disenangkan. Kemerdekaannya menjadi terbatas karena harus memenuhi tuntutan orang banyak. Mereka bisa bahagia tapi bukan bahagia yang tertinggi.

Jadi hanya orang-orang yang menyenangkan Allah saja (baca : mencari ridho Allah) yang bisa memperoleh kebahagiaan tertinggi yakni ketenangan (muthmainnah).

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenang”

(Qs. 13 ayat 28).

Jiwa mereka tenang karena merdeka dari banyak tuntutan. Hanya peduli dan memandang kepada satu tuntutan, yakni Allah SWT. Bebas dari banyak rasa takut, gelisah dan kehilangan sebagai sebab ketidakbahagiaan.

Itulah sebabnya hanya mereka yang dipanggil untuk masuk surga. Sebab hanya mereka yg berhasil lulus “ujian”. Yakni menjadi manusia merdeka dalam arti sesungguhnya. Menjadi manusia yang sesuai dengan misi penciptaannya, yaitu memiliki kebebasan dan menggunakan kebebasan tersebut dengan benar.

“Wahai ‘al-nafs al-mutmainnah’ (jiwa yang telah mencapai tahap ketenangan). Kembalilah kepada Rab (Tuhan) kamu dalam keadaan ridho dan diridhoi. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku (hamba-hamba Allah). Dan masuklah ke dalam syurga-Ku”

(Qs. 89 ayat 27-30).

Akhirnya, Dirgahayu Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Terus maju dan jaya!

 

*) Satria Hadi Lubis atau biasa dikenal dengan SHL adalah salah satu dosen di PKN STAN, Tangerang Selatan. Penulis buku best seller.

Atasan untuk Bawahannya

Tujuh Hal yang Harus Dilakukan Atasan Untuk Bawahannya

by Jamil Azzaini

Dalam artikel saya sebelumnya, saya membedakan antara seorang pemimpin dan seorang pimpinan. Walau demikian, benar juga bahwa keduanya tidak harus selalu dipertentangkan. Bisa saja Anda adalah seorang pimpinan kerja yang diangkat secara formal struktual, namun pada saat yang sama, Anda memiliki karakteristik seorang pemimpin sejati.

Nah, pada artikel kali ini saya menyajikan 7 tips yang bisa membantu Anda untuk menjadi pimpinan sekaligus pemimpin yang baik untuk anak buah Anda.

Inilah dia tipsnya:

  1. Puji anak buah Anda di hadapan banyak orang, namun tegur dia secara pribadi di ruang tertutup.
  2. Berikan anak buah Anda tanggung jawab untuk ditunaikan, bukan tugas untuk diselesaikan.
  3. Dorong dan pacu anak buah Anda di saat yang tepat, kemudian mundur dan biarkan ia bersinar.
  4. Beri kesempatan anak buah Anda mengambil keputusan penting. Jika salah, bantu ia belajar.
  5. Jadilah seorang mentor untuk anak buah Anda, bukan mandor.
  6. Berikan kepercayaan pada anak buah Anda secara utuh. Jika Anda beri setengah, Anda akan dapat setengah.
  7. Bangun semangat tim. Menang atau kalah adalah hasil tim. Anda bukan segalanya dan segalanya bukanlah tentang Anda.

Dapur Qurban

Terobosan menarik dilakukan oleh pemimpin untuk rakyatnya. Rakyat bahagia.
Semoga menambah kebahagiaan dan keberkahan bagi kita semua. Semoga bisa menginspirasi kita semua.

Dapur Qurban
by Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta

Senin, 12 Agustus 2019

Pagi tadi meninjau langsung proses memasak Dapur Qurban 2019, salah satunya di Hotel Borobudur Jakarta. Diantar oleh General Manager Hotel Borobudur, Mr. James Costa dan kita langsung melihat proses pengolahan sajian Dapur Qurban di dapur hotel.

Sangat bersih, rapi dan dari penampilannya saja masakan ini memiliki kualitas yang sama dengan sajian hotel bintang lima.

Semua masakan ini dikemas dalam wadah yang praktis dan higienis sehingga cita rasanya terjaga hingga nanti diterima warga di kampung-kampung Jakarta.

Kami sampaikan terima kasih atas dedikasi seluruh chef/juru masak, staf hotel yang telah menyumbangkan keahliannya, dari Hotel Borobudur, Hotel Shangri-La, Hotel Aston Pluit, Hotel Dharmawangsa dan Hotel Grand Cempaka.

InsyaAllah hasil masakan Bapak/Ibu akan jadi kebahagiaan pada yang menerima dan membawa keberkahan bagi semua.

#DapurQurban2019

(sumber artikel dan foto : FB)

 

 

Wedhus by Oki Rachmatullah

Saya kemarin mendapat sebuah cerita berharga dari teman saya.  Dia adalah alumni Gontor yang mendapat amanat sebagai penyelenggara haji dan umroh.
Suatu ketika ketika ada kunjungan KH Syukri Zarkasyi ke rumahnya. Dia kemudian memperlihatkan kepada Kyai tentang bagaimana usahanya. Termasuk keberhasilannya dalam membangun usahanya.  Kyai Syukri mengangguk-anggukkan kepalanya,  sampai akhirnya teman saya tadi selesai bercerita.
Kyai Syukri spontan berkata :
“Wedhus.. kambing kamu…!! Kalau manusianya bisanya cuma kawin punya anak,  punya rumah,  punya mobil, dan ndak mengajar,  itu bukan mental pejuang… mentalnya kambing.. ndak ada bedanya dengan kambing.. Kamu lulusan Gontor ndak boleh hanya jadi kambing. Lulusan Pakistan kok cuma bisa bikin travel umroh. Ngajar kamu..! Ngajar ke ISID (saat ini ISID berganti nama menjadi Unida, Universitas Darussalam) sana..!!  Biar ndak jadi kambing..!! “
Bak tersengat aliran listrik rasanya.  Maka dia segera menghubungi staf ISID untuk mengajar di sana. Sampai saat ini,  dia masih mengajar di Unida,  meskipun bukan di kampus utama di Siman, Ponorogo.
Kyai Syukri faham. Kita butuh penghidupan layak. Istri yg menarik dan anak-anak sebagai penerus cita-cita. Tapi jika tidak kita ikuti dengan “berjuang”. Memperjuangkan agama ini, maka sirnalah eksistensi kita sebagai manusia. Karena kami adalah alumni pesantren. Utamanya Gontor. Medan perjuangan yang dipilihkan oleh Allah adalah mengajar. Mengajar walau sekecil apa pun.
Kyai Zarkasyi pernah menyampaikan :
“Orang besar menurut Gontor adalah orang yang mau mengajar mengaji kepada anak-kecil di mushola di tengah-tengah hutan. Itulah orang besar menurut Gontor”.
Maka jadi apapun antum,  jadi pengusaha,  jadi politikus,  jadi dokter,  jadi polisi,  jadi tentara, jadi pengacara,  jadi hakim. Atau apapun profesi kita… Jangan pernah lupakan tugas utama kita :
Mengajar!!  
Biar kita ndak jadi kambing….
Disalin dari WA Group dengan penulis asli tertulis Ust. Oki Rachmatullah.
Semoga menjadi amal jariyah beliau.

Ibadah Favorit

IBADAH FAVORIT

By : Satria Hadi Lubis

 

Idealnya, setiap muslim bisa melakukan semua rangkaian ibadah dari pagi sampai malam hari. Dari tahajjud, sholat subuh di mesjid, sholat syuruq, sunnah Rawatib, zikir, doa, tilawah al Quran, sholat dhuha, sholat fardhu di mesjid, zakat dan infaq, zikir pagi dan petang (Al ma’tsurot), shaum, sholat Tarawih, menjaga wudhu, dan lain-lain.

Namun realitanya tidak semua muslim sanggup melakukan semuanya dengan berbagai alasan. Mulai dari kesibukan kerja sampai kurangnya kemauan untuk meningkatkan amal ibadah.

Padahal posisi ibadah, terutama yang sifatnya nafilah (tambahan), sudah jelas, yakni mengangkat derajat mereka yang melakukannya ke tempat yang terpuji.

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji” (Surat Al-Isra’, Ayat 79).

Serangkaian ibadah tersebut sebenarnya juga dalam rangka untuk memenuhi keinginan dan potensi setiap muslim yang berbeda-beda. Ada yang hebat di Shaum Sunnah, tapi lemah di tilawah. Ada yang rajin tilawah, tapi lemah di Shaum Sunnah. Ada yang hobinya berinfaq, tapi lemah di sholat dhuha. Ada yang hebat di sholat dhuha, tapi lemah di tahajjud, dan lain-lain.

Para sahabat ra juga dikenal dengan keistimewaan ibadahnya yang berbeda-beda. Bilal ra dengan azan dan sholat wudhu, Abdullah bin Mas’ud ra dengan tilawahnya, Zainab binti Zahsy ra dengan infaqnya, Umar bin Khatab ra dengan tahajudnya, dan masih banyak lagi.

Di bulan Ramadhan ini, mari kita buat target untuk memperbaiki ibadah nafilah kita. Kalau tidak bisa semuanya, pilih mana yang kita favoritkan untuk dibenahi lebih dulu. Apakah tahajjud, dhuha, tilawah atau yang lainnya, misalnya.

Jangan sampai setelah bertahun-tahun ibadah kita sendiri TIDAK TAHU mana ibadah favorit kita. Karena semua nilai ibadah kita minus, baik kualitasnya (kekhusyukan dan pengaruhnya dari mencegah perbuatan mungkar) maupun kuantitasnya (karena sedikit dan tidak rutin).

Lalu jika begitu kondisinya, maka kita mau masuk surga dari pintu YANG MANA?

Sebab setiap muslim nanti akan dipanggil melalui pintu yang merupakan ibadah (amal) favoritnya. Dalam berbagai hadits disebutkan ada delapan pintu surga, yakni (1) Pintu Shalat, (2) Pintu Sedekah, (3) Pintu Jihad, (4) Pintu Ar-Rayyan, (5) Pintu Haji, (6) Pintu Al-Ayman, (7) Pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas. Pintu sisanya adalah Pintu Dzikir, Pintu Ridha, atau Pintu Ilmu.

Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah” (HR. Bukhari-Muslim).

Semoga kita bisa memiliki ibadah favorit, yakni ibadah yang mengungguli ibadah-ibadah lainnya, sambil terus berusaha membenahi ibadah lainnya. Lalu kita bisa memasuki surga melalui pintu sesuai dengan ibadah favorit kita. Aamiin yaa robbal aalamiin.